26 Juni 2008

KONFLIK ETNIS SAMBAS 1999, “ PELANGGARAN ATAU PEMBIARAN ?”

A. Latar Belakang

Kalimantan Barat adalah daerah yang kerap mengalami konflik antar etnis. Konflik-konflik ini telah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Konflik-konflik ini dapat terbagi dua yakni konflik yang murni konflik etnis (horizontal) dan konflik yang sebenarnya konflik vertikal tapi di desain menjadi konflik horizontal.3

Salah satu Konflik yang murni konflik etnis adalah konflik antara Melayu sambas dan Madura pada tahun 1999 .Peristiwa ini dipicu oleh peristiwa pada tanggal 17 Januari 1999. Menurut versi etnis Melayu konflik yang berawal dengan tertangkapnya seorang etnis Madura yang di duga hendak mencuri di rumah seorang warga. Tersangka pencuri ini kemudian ditangkap dan dipukuli oleh warga. Sementara menurut versi etnis Madura, tidak ada orang Madura yang mau mencuri. Yang terjadi adalah 3 orang pemuda Madura yang dalam keadaan mabuk berat kemudian diturunkan oleh tukang ojek di Parit Setia. Kemudian menggedor pintu rumah warga dan berbicara kasar kepada pemilik rumah. Sewaktu orang-orang ini membuka bajunya dalam di mereka mengeluarkan clurit. Karena ketakutan warga lalu berteriak maling. Seorang diantara mereka tertangkap dan dihajar masa sementara yang lainnya berhasil meloloskan diri.

Bagaimanapun versi kejadian. Pada tanggal 19 Januari 1999, pecah konflik antara etnis Melayu Sambas dan etnis Madura. Saat itu 200 orang Madura menyerang Desa Parit Setia setelah usai sholad Ied. Akibatnya 3 orang etnis Melayu tewas. Peristiwa ini menimbulkan kemarahan luar biasa di kalangan warga Melayu. Dan akhirnya menimbulkan gelombang serangan balasan terhadap pemukiman Madura di daerah-daerah lain.

Akibatnya secara keseluruhan usai Konflik 1999, data resmi menunjukan bahwa konflik ini menyebabkan 401 jiwa meninggal dunia dan pengungsian 58.544 orang Madura dari Kab. Sambas.4 sampai saat ini Konflik ini diselesaikan pemerintah dengan cara memindahkan etnis Madura dari wilayah Kab. Sambas ke Kotamadya Pontianak dan Kota Singkawang.

Kondisi ini menyebabkan hingga saat Paper ini ditulis, etnis Madura belum bisa kembali ke daerah asalnya di Sambas. Ini disebabkan terjadinya penolakan keras dari warga etnis Melayu di Sambas bila warga Madura hendak kembali. Meski tidak resmi terdapat batas wilayah perbatasan yang boleh dilewati oleh orang Madura ke Sambas, mereka tidak pernah bisa memasukinya. Ada beberapa versy dari warga Sambas tentang wilayah terakhir yang boleh dimasuki. Bagi sebagian versy batas terakhir adalah di batas wilayah administratif pemerintahan kota Singkawang dengan Kabupaten Sambas. Namun versy lain menyebutkan batas terakhir adalah di Sungai Selakau.

Dalam beberapa kali kejadian beberapa warga Madura pernah mencoba memasuki Sambas. Namun mereka tidak pernah kembali dengan selamat. Meskipun beberapa diantaranya dikawal oleh aparat keamanan (TNI).

B. Konflik Sambas, sebuah Pelanggaran HAM?

Dalam UU Peradilan HAM pasal 9, menyebutkan kejahatan terhadap kemanusiaan, bersama-sama dengan kejahatan Genosida, sebagai pelanggaran Hak asasi manusia yang berat. Sedangkan pengertian dari kejahatan terhadap manusia adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsung terhadap penduduk sipil, berupa:
a. Pembunuhan
b. Pemusnahan
c. Perbudakan
d. Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa
e. Perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisik lain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukum internasional
f. Penyiksaan
g. Perkosaan, perbudakan seksual, pelacuran secara paksa, pemaksaan kehamilan, pemandulan atau srerilsasi secara paksa atau bentuk-bentuk kekerasan seksual lain yang setara
h. Penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan, etnis ,budaya , agama, jenis kelamin atau alas an lain yang telah dilakukan secara universal sebagai hal yang dilarang menurut hokum internasional
i. Penghilangan orang secara paksa atau,
j. Kejahatan apartheid.5

Berkaitan dengan terjadinya peristiwa kerusuhan sambas 1999, yang menjadi pertanyaan adalah apakah peristiwa kerusuhan sambas 1999 dapat dikualifikasikan sebagai kejahatan terhadap kemanusian berdasarkan UU peradilan HAM?.

Apabila menggacu pada pasal 9 UU pengadilan HAM, peristiwa kerusuhan sambas 1999 dapat dikualifikasikan sebagai kejahatan terhadap kemanusia. Yakni adanya Pengusiran atau pemindahan penduduk secara paksa yang dijelaskan sebagai pemindahan orang-orang secara paksa dengan cara pengusiran atau tindakan pemaksaan lain dari daerah dimana mereka bertempat tinggal secara sah, tanpa didasari alasan yang diizinkan oleh hukum internasional.6

Namun siapakah yang bertanggung jawab dalam peristiwa ini? Negara sebagai pemikul tanggung jawab utama dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia, atau kah warga etnis melayu sambas sebagai lawan yang “memenangkan” konflik dan menolak keras kembalinya warga madura ke sambas?

Melihat dari awal terjadinya peristiwa kerusuhan sambas 1999, sekilas nampak memang murni konflik antar etnis. Dimana pemicu kejadian ini bermula dari tertangkapnya seorang etnis Madura yang di duga hendak mencuri di rumah seorang warga Melayu di Desa Parit Setia. Dan sekilas juga tidak nampak ada campur tangan negara melalui aparatnya dalam peristiwa ini. Namun adalah satu standar yang diterima secara universal bahwa negara memikul tanggung jawab utama dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia. Tanggung jawab yang sedemikian tidak dapat dikurangi dengan alasan-alasan politik, ekonomi mapun budaya.7

Dengan demikian, negara melalui pemerintah daerah provinsi kalimantan Barat merupakan pihak yang harus menjamin atas hak-hak korban pelanggaran HAM yakni warga Madura yang menggungsi ke pontianak dan singkawang dan ingin kembali yang juga merupakan warga negara oleh hukum internasional dan nasional yang juga memberikan pengakuan dan jaminan terhadap hak-hak korban pelanggaran HAM tersebut.

Adapun hak-hak korban pelanggaran HAM tersebut adalah:
a. Hak atas pengakuan, jaminan, perlakuan hukum yang adil serta kepastian hukum dan perlakuan yang sama didepan hukum
b. Hak atas ganti rugi, restitusi dan rehabilitasi.8

C. Kesimpulan

1. bahwa Kalbar merupakan wilayah yang kerap mengalami konflik antar etnis.
2. Bahwa Konflik-konflik ini dapat terbagi dua yakni konflik yang murni konflik etnis (horizontal) dan konflik yang sebenarnya konflik vertikal tapi di desain menjadi konflik horizontal .
3. bahwa peristiwa kerusuhan Sambas 1999 merupakan suatu pelanggaran HAM yakni terjadinya pengusiran secara paksa.
4. bahwa negara merupakan pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa ini karena negara membiarkan terjadinya peristiwa pegusiran ini padahal negara merupakan pemikul tanggung jawab utama dalam pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia.

D. Rekomendasi

1. Perlu adanya studi lebih lanjut mengenai peran negara melalui aparat dalam kerusuhan Sambas 1999.
2. Pemerintah harus mememenuhi hak-hak korban kerusuhan Sambas 1999 yakni Hak atas ganti rugi, restitusi dan rehabilitasi.

*************
3 Pada tahun 1967, militer Indonesia memobilisasi etnis Dayak untuk menyerang etnis Tionghoa dan mengusir mereka dariwilayah pedalaman dengan alasan etnis Tionghoa mendukung PGRS/Paraku (Pasukan Gerilya Rakyat Serawak/Pasukan Raakyat Kalimantan Utara). Tidak ada jumlah korban jiwa yang pasti, namun data resmi Kodam Tanjungpura menyebutkan jumlah pengungsi Tionghoa sebanyak 59.850 jiwa. (Erma S.Ranik : Laporan Study : “Menelusuri Hubungan PGRS/PARAKU dan Pengusiran Cina Oleh Dayak pada Tahun 1967 di Kalimantan Barat”, tahun 2003.


4 Bambang Hendarta Suta Purwana, Konflik Antar Komunitas etnis Sambas 1999, Suatu Tinjauan Social Budaya, 2003.

5 Hotma Timbul Hutapea, Hak-hak korban dan penyelesaian hukum kejahatan terhadap kemanusiaan dalam peristiwa kerusuhan Mei 1998, menatap wajah korban, 2005 hal 137
6 ibid hal 139
7 KOMNAS HAM , HAK ASASI MANUSIA, tanggung jawab Negara peran institusi nasional dan masyarakat, 1999.
8 Hotma Timbul Hutapea, Hak-hak korban dan penyelesaian hukum kejahatan terhadap kemanusiaan dalam peristiwa kerusuhan Mei 1998, menatap wajah korban, 2005 hal 125

(D. Okbertus Srikujam.)

19 komentar:

andre mengatakan...

emang si kalu di tinjau dari segi hukum tindakan suku melayu memang salah tapi tolong di perhatikan apa yang telah di lakukan suku madura terhadap orang melayu terlalu banyak kejahatan yang udah di lakukan yang kalau di tijau dari segi hukum mungkin penjara kabupaten sambas gak cukup mungkin untuk menampung orang jahat dari etnis madura

andre mengatakan...

emang kalau di tinjau secara hukum masyarakat melayu emang salah tapi coba kilas balik apa yang udah di lakukan orang madura terhadap orang melayu.banyak kejahatan-kejahatan yang udah mereka lakuin dari hal yang kecil sampe yang besar emang mungkin itu balasan dari allah SWT buat mereka yang telah melakukan kejahatan
di daerah orang lain dan pengen nguasain tempat orang lagi

smart and beauty mengatakan...

Bentrokan kaum etnis madura dengan pihak lain bukan hanya terjadi di sambas, termasuk di jakarta jadi sekali sekali boleh juga dikasi pelajaran biar jadi tau diri dan tidak arogan di tanah orang.

Anonim mengatakan...

ya seharusnya mereka sadar kalau datang ke kampung orang, jangan suka seenaknya. mereka pikir dengan celuritnya orang akan takut sama mereka apa. kalau sudah yang namanya harga diri apapun bisa di korbankan.

helmy mengatakan...

Etnis lain.selain dri pda madurA braninya ramai2.coba 1-1 smpai mau cium kaki.aparat keamanan tentara dan polis.berpihak dgn org mlayu.

helmy mengatakan...

Janagan mnyalahkan madura.etnis lain pun jahat jga.etnis lain kayak mlyu braninya ramai ramai.klo org madura sendrian pun berani.apa lagi polisi fan tentara berat sebelah.itulah indonesia tak makmur.

helmy mengatakan...

Etnis lain apa kurangnya.sama jahat.tapi ndak brani sorg2.klo madura biarpun sorg berani.polisi n tentara berat sbelah.krna itulah madura kalah

Hacker.Centers mengatakan...

hhh...
lebih baek ga usah ngomong aku...
ngetik jax...

nyatanya aku di Batu Layang (Pontianak) jg akhirnya dipalak ama orang Madura...

Joe Naidi mengatakan...

yeah sama2 ras manusia bs perang,, coba "manusia vs iblis"

Joe Naidi mengatakan...

coba yang bersangkutan aja yg di hukum..
artinya tdk smua sambas jahat dan tidak smua madura jahat..
tentunya smua etnis mau nya baik.. hanya yg di rasuki syaitan yg jd jahat

Anonim mengatakan...

Masa sih? Wah kalai dibekasi tuh pada keroyokan mas orang madura, sy sendiri kebetulan keturunan melayu dan madura tp usaha sy ga tau apa2 ditindas gerombolan oramg madura, pake bawa2 nama syaikh cholil segala laginyatanya giliran sy lapor prrcuma polisinya beking dia semua. Ga tau harus kemana sy mengadu?

Anonim mengatakan...

Dimana2 madura itu jahat,
Sini by one sama aku helmy madura vs bugis...

1 ketik kuku aja mati menyumpit darah lo,,
Salah tetap salah, kenapa melayu mengeroyok madura, karna mereka memang mau usir madura dari kalimantan ini, coba jadi kaya kami orang bugis, merantau di kampung orang cuma numpang melaut aja, ya kalau dikasi tanah kami berkebun, kalau gak dikasi kami jaga diri endak mau mencuri, madura lengkap, mencuri, merampok, palakin orang,, apa gak sakit hati pribumi sama lo,,,

Alhasil lebih baik jaga diri jaga hati, jgn karna ingin menang sendiri suku bisa terpropokasi...!!

Bye dg Rhego'

Jack sparrow mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Jack sparrow mengatakan...

alah bilang aja lo pernah di gampar sama org Madura trus lo gak brani ngelawan cumaa mendendam

Merampok ? Emg Suku Lain Gk bisa Ngerampok ? SUKU/SEMUA org Bisa mlakukan itu BUNG... !! jd Jgn MUNAFIKLAH kyak suku lo gk Pernah Jadi Maling aja

Tau dari mana lo org Madura ngerampaok ?? Apakah ada bukti yg Kuat mngenai hal tersebut ?? Klo gk Ada BILANG AJA LO NGARANG KARNA LO BENCI SAMA ORG MADURA iya kan

Jack sparrow mengatakan...

ngarang keturunan Madura ?
Kturunan Dari Mana bro Dari HONGKONG ?
introfeksi suku N diri lo sendiri baru Klo Mau Menilai Suku org Lain OK
Tau apa lo Tentang org Madura ? Hah
Gk ada Sejarahnya Org Madura Keroyokan bung... !! Pernah Dengar Yg namanya CAROK ? klo blum pernah Denger Brti Lo BUTA TEKNOLOGI cari Di google Tentang CAROK MADURA Duel 1 vs 1 antara Lelaki Madura
klo gk Tau apa2 TENTANG ORG MADURA Mending gk Usah BANYAK BACOT DEH LO... !!
Liat tuh Komentar lo Blepotan Banyak yg Salah dalam Penulisan Kata2 lo Nulis aja masih gk Bener sok ngejas Org MADURA

Jack sparrow mengatakan...

Terserah org mau bilang apa tntang suku Madura toh org yg suka,jelek2in,menghina Org Madura BELUM TENTU SUKU mereka SENDIRI sudah Memiliki sifat yg baik dan Terpuji

Org Yg Menghina suku Madura Merupakan bukti nyata Bahwa Mereka Pernah berselisih paham Dgn Org Madura dan Tak berani Berhadapan Langsung dgn Org Yg Bersangkutan Cuma BERANI Koar Tentang Keburukan SUKU LAIN
Memang mereka pikir Suku Mereka Yg paling Baik/sempurna ? Dsr RASIS
Introfeksi Diri Dan Suku Masing2... !!

ANDA SOPAN KAMI SEGAN
ANDA KURANG AJAR PASTI KAMI LAWAN.. !!

Anonim mengatakan...

Coba deh jack sparow dkk main2 ke manado. . .

Budhi Haripurwanto mengatakan...

Saya sdh 30 thn menetap di sambas, karena sjak th 83 status saya penduduk kab. Sambas. Walau sy perantau dr jawa.
Dan tdk berlebihan kalau saya mengenal betul karakter warga madura.
Tanpa men'judge' suku, saya yakin bhw warga madura terdidik oleh kultur kekerasan.
Dan itu terbukti dg istilah 'carok'.
Yg lucunya, bnyk warga madura yg merasa bangga dgn situasi ini. Seolah kekerasan adalah solusi terbaik.

Saya tahu benar bagaimana kejadian peristiwa kerusuhan itu.
Dan menurut saya, itu adalah akumulasi dari tekanan, penghinaan, yg merendahkan etnis melayu.
Marilah lupakan smua itu, ambil hikmahnya. Tdk ada suku atau etnis yg lbh superior dari yg lain.

febryan adam mengatakan...

madura suka nya kekerasan, di bales dengan lembut gak ada guna nya maka nya etnis melayu memakai kekerasan juga

emnga enak di usir?